BERKAH
Sudah sebulanan ini saya memulai usaha berjualan snack dan 'kriuk' Plered dengan hasil yang alhamdulillah baik sekali. Sudah hampir 150 kg berhasil dijual dan dengan reseller yang terus bertambah. Dari awalnya hanya ada 2 reseller kemudian bertambah menjadi 5 dan terus bertambah. Dari yang awalnya hanya di seputaran kompleks dan wilayah Jakarta Selatan, kini mulai merambah hingga ke wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.
Dan sebulanan itu pula saya melakukan eksplorasi mengenai rezeki berkah dari sumber yang berkah. Izinkan saya bercerita sekelumit pengalaman saya, semoga bisa membawa manfaat.
Sebelum saya membeli snack dan kriuk dari Plered, saya melakukan eksperimen melalui tanya jawab pada pedagang secara singkat. Banyaknya toko disana yang menjual barang dengan jenis yang sama tentunya melahirkan persaingan yang sangat ketat. Inti pertanyaan saya sederhana, bagaimana cara mereka mensiasati persaingan ketat tersebut? Ada lebih dari selusin toko yang saya datangi, namun hanya ada 1 toko yang sangat unik. Toko-toko lain ketika saya tanya dengan cara mereka menghadapi persaingan, rata-rata menjawab dengan mengatur harga, mengambil untung kecil asal laku, atau langsung ke agen. Namun hanya ada 1 toko yang menjawab diluar itu. Toko tersebut menjawab, "saya hanya mencari berkahnya saja. Asal ada selisih wajar, itu sudah cukup buat saya.".
Dheg, hati ini langsung sreg dengan jawaban itu. Namun untuk mendapatkan pengalaman dari sebuah pengujian teori, maka saya mesti praktek. Saya membeli banyak dari toko unik tersebut, dan juga dari beberapa toko dengan jawaban umum. Saya pisahkan dan tandai barangnya. Saya ingin lihat, mana yang lebih cepat laku. Apakah barang yang didalamnya ada niat pemiliknya untuk mencari berkah, ataukah keuntungan semata.
Hasilnya, barang yang saya beli dari toko yang penjualnya niat menjual untuk mendapatkan berkah rizki Allah adalah yang paling cepat laku. Setiap kali sample produk dicoba reseller, jawabannya selalu sama ... "ini kok rasanya beda ya, lebih enak dari yang saya pernah beli". Sementara barang yang berasal dari toko selain itu tidak.
Padahal rata-rata semua berasal dari agen yang sama. Sayapun menyempatkan untuk melihat 'bongkaran' dari mobil box besar milik agen. Satu persatu barang yang sama dibongkar dan dimuat ke banyak toko oleh pekerja disana. Barang yang sama persis. Tidak ada bedanya.
Hal ini saya amati semata-mata bukan karena produknya lebih enak, melainkan karena ada sebuah gelombang energi disana yang menyentuh orang yang membelinya. Itulah gelombang energi berkah. Dan inilah unsur tak terlihat namun nyata.
Sebenarnya ada 2 pendekatan yang ingin saya rasakan dan buktikan sendiri. Pendekatan yang saya ceritakan diatas adalah pendekatan pertama. Pendekatan kedua adalah barang yang sudah kita beli dan akan kita jual lagi, mesti dilandasi dengan niat seperti pada toko unik. Ini masih berproses, kapan waktu saya bagi pengalamannya.
Demikian juga dengan ilmu yang kita dapat.

No comments:
Post a Comment